Tiba-tiba hari ini saya teringatkan kematian. Semalam tak teringat pun. Tersedar diri ini masih belum bersedia walaupun tahu kematian itu satu kepastian dan kehidupan hanyalah satu kebarangkalian.

” Everyone shall taste DEATH…” [3:183]
Gerun. Saya takutkan kematian. Haruskah ada perasaan ini?
“Kematian itu seperti aku bebas dari penjara…” -Imam Syafi’e-
“Hai tuhanku! Aku telah tua. Tulangku telah lemah. Bawalah aku kepada Engkau” -Abi Najih al-’Irbad-
Mereka, orang-orang yang soleh begitu inginkan kematian kerana mereka sangat rindukan Allah dan ingin segera menemui-Nya. Saya? Inginkah saya bertemu dengan-Nya? Rindukah saya pada-Nya? Tapi mengapa perlu takut? Aaah~
“Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang meninggal di jalan Allah bahwa ‘mereka itu telah mati,’ sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya” [2:154]
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan…” [39:42]
di bawah ini adala lirik lagu Too Phat (bersama terjemahannya - penat wooo nak buat). Lepas ni saya upload lagu dan video